Kamis, 11 Agustus 2022

Binda Jatim Bersama Dinkes Kabupaten Mojokerto Sasar Wilayah Selatan Untuk Lakukan Percepatan Vaksinasi



Mojokerto -Fbinews


Orang yang terinfeksi omicron B.4 dan omicron B.5 biasanya mengalami gejala pada umumnya pasien omicron terdahulu yakni BA.1 dan BA.2. Gejala terbanyak pada omicron adalah batuk, sesak napas, demam, badan pegal-pegal.

Maka masyarakat diharapkan tetap waspada dan jangan lengah terhadap potensi penularan subvarian omicron BA.4 dan BA.5 mengingat situasi saat ini masih dalam masa pandemi. 

"Walaupun subvarian ini tingkat keparahannya lebih rendah, gejalanya ringan atau bahkan tidak ada gejala, namun kita harus tetap bersikap waspada karena saat ini kita masih masa pandemi," ujar Suwaji, Agen BIN Kabupaten Mojokerto saat kegiatan vaksinasi oleh Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto di Puskesmas Pandan, Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jumat (12/8/2022).

Puskesmas Pandan merupakan salah satu Puskesmas yang berada di Wilayah selatan dari Kabupaten Mojokerto. Puskesmas ini dipimpin oleh Rany Juliastuti,S.ST.,M.Kes. Pada pelayanan vaksinasi kali ini menggunakan vaksin jenis Astrazeneca.

Virus covid-19 dapat terus bermutasi, untuk itu wajib diterapkan disiplin pelaksanaan protokol kesehatan serta melengkapi diri dengan vaksinasi.

Virus ini terus bermutasi, mulai dari varian alpha, delta sampai ke omicron. Mutasi itu merupakan proses alami dari suatu makhluk hidup. Maka yang penting adalah meningkatkan imunitas tubuh.

Dua subvarian itu juga memiliki  kemampuan untuk menghindar atau lolos dari kekebalan yang sudah ada pada seseorang baik kekebalan dari proses vaksinasi atau kekebalan secara alamiah.

"Yang mungkin perlu kita waspadai dari subvarian omicron BA.4 dan BA.5 yaitu kemampuan immune escape, artinya dia menghindar dari imunitas seseorang," lanjut Suwaji.

Omicron B.4 dan B.5 itu cenderung lebih berbahaya dibanding varian omicron sebelumnya. Namun dari kasus yang dipelajari, warga yang sudah vaksinasi dosis booster, rata-rata tidak bergejala bila terinfeksi virus itu.

"Saya vaksin booster karena katanya orang yang sudah vaksin booster lebih tahan dari virus corona. Jadi ya biar saya aman," ujar Nuril (45) warga peserta vaksinasi.


(Agus Buyut)
 

 

Wartawan Media FBINews Jatim Dalam Menjalankan tugas, dibekali Press card Identity yang masih berlaku dan Surat Tugas, serta Namanya tercantum di website Fbinewsjatim.com dalam Susunan Redaksi. Laporkan segera segala bentuk dan tindakan melanggar Hukum dan Melanggar kode etik Jurnalist

FBINEWS BANTEN