Selasa, 01 Februari 2022

IMLEK DI KLENTENG HOK SIAN KIONG, WALIKOTA INGATKAN MOJOKERTO SEBAGAI KOTA HARMONIS



Mojokerto - fbinewsjatim.com


Hari raya Imlek di kota Mojokerto kali ini agak berbeda. Tidak ada pawai budaya seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Ini akibat  pandemi covid-19 yang belum berakhir. Dan harapan agar pandemi ini segera berlalu sehingga keadaan masyarakat segera pulih kembali terus dikobarkan. 


Imlek merupakan perayaan tahun baru dalam sistem kalender China. Perayaan Imlek 2022 yang bertepatan dengan tanggal 1 Februari 2022 merupakan tahun yang ke-2573 buat kalender China.


Dalam kalender China setiap tahun memiliki siklus yang disimbolkan dengan salah satu dari 12 hewan. Simbol itu ialah anjing, babi/babi hutan, tikus, lembu, harimau/macan, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, dan ayam jantan. Adapun Imlek pada tahun 2022 ini, merupakan tahun Harimau/macan air.


"Macan itu berarti adalah keberanian. Maka diharapkan dengan adanya macan air, keberanian dan juga kesejahteraan akan membangkitkan semangat masyarakat Indonesia untuk kembali pulih dari kondisi pandemi covid-19 dan dengan doa


dari seluruh masyarakat kota Mojokerto, khususnya juga masyarakat Tonghoa, maka apa yang menjadi harapan kita semua, di tahun Macan Air ini benar-benar dikabulkan dan diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa." kata Walikota Mojokerto Ika Puspitasari SE saat memberikan sambutan pada perayaan Imlek di klenteng Hok Sian Kiong pada Selasa (1/2/2022) bersama Forkopimda.


Pada kesempatan itu Walikota juga menyampaikan bahwa perayaan Imlek di kota Mojokerto juga merupakan kalender event karena di tahun-tahun sebelumnya ditempat tersebut menjadi titik akulturasi budaya dan titik harmonisasi antara berbagai umat beragama. Ada pawai budaya yang diikuti oleh masyarakat dari berbagai latarbelakang kebudayaan maupun agama.


"Ini membuktikan bahwa kota Mojokerto memang layak disebut sebagai kota yang harmonis, sehingga Kementerian Agama pun memberikan kita penghargaan Harmoni Award sebagai bukti harmonisasi antar agama dan budaya benar-benar terwujud di kota kita tercinta ini." lanjut Walikota.


Keharmonisan di kota  Mojokerto yang sudah terjalin begitu indah ini akan terus di jaga melalui berbagai langkah walaupun pawai budaya tidak bisa dilakukan akibat adanya pandemi. Keberagaman di kota Mojokerto bukan menjadi pemecah tetapi justru menjadi pemersatu dan kekuatan kota Mojokerto untuk menjadi sebuah kota yang bangkit dan masyarakatnya tangguh serta sejahtera.


Di sisi lain pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten membangun kota Mojokerto menjadi kota pariwisata yang berbasis sejarah dan budaya. Kota Mojokerto memiliki sejarah kebesaran Majapahit, memiliki sejarah keberadaan Ir. Soekarno sang Proklamator yang selama 8 tahun tinggal di Mojokerto. Yaitu mulai tahun 1907 sampai dengan 1915 dengan berbagai jejak sejarahnya yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya.


Demikian pula dengan kelenteng Hok Sian Kiong yang dibangun sekitar tahun 1800 an adalah sejarah dan budaya bangsa yang layak untuk dipromosikan sebagai destinasi wisata.



(Agus Buyut)

Redaktur ; fuad

Wartawan Media FBINews Jatim Dalam Menjalankan tugas, dibekali Press card Identity yang masih berlaku dan Surat Tugas, serta Namanya tercantum di website Fbinewsjatim.com dalam Susunan Redaksi. Laporkan segera segala bentuk dan tindakan melanggar Hukum dan Melanggar kode etik Jurnalist

FBINEWS BANTEN